Merancang Basis Data

February 23rd, 2011

Suatu data base dibangun berdasarkan kebutuhan informasi dalam suatu organisasi, oleh sebab itu pada umumnya perancangan data base dimulai dari pengamatan kebutuhan informasi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering dilakukan dalam perancangan basisdata:

  1. Teliti informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi ini, misalnya dengan me-wawancarai pengguna informasi dalam organisasi tersebut.
  2. Pisahkan/kelompokkan  hasil temuan informasi menjadi beberapa entity.
  3. Pikirkan field-data yang mendukung setiap entity
  4. Tentukan field-data yang mungkin menjadi indeks (primary key) setiap entity
  5. Pikirkan kemungkinan relasi antar entity
  6. Pilih DBMS untuk melakukan implementasi, dimana setiap entity diciptakan sebagai sebagai sebuah table pada model relasional.

Contoh: Sistem Akademik pada umumnya membutuhkan informasi dasar sebagai berikut:

Apabila ketiga informasi ini diteliti maka diperoleh domain data (entity) sebagai berikut:

  1. Data Mahasiswa
  2. Data Matakuliah
  3. Data Dosen

Data Mahasiswa didukung oleh field-field data sebagai berikut:

Data Matakuliah didukung oleh field-field data sebagai berikut:

Data Dosen didukung oleh field-field data sebagai berikut:

Ketiga entity tersebut diatas memiliki primary-key masing-masing, yaitu: Nomer-Mahasiswa untuk entity Mahasiswa, Kode-Matakuliah untuk entity Matakuliah, dan Kode-Dosen untuk entity Dosen.

Langkah berikutnya adalah menentukan relasi antar entity tersebut:

Mahasiswa <–> MataKuliah : relasi ditandai dengan rencana studi, dimana satu mahasiswa dapat mem-program banyak matakuliah, dan sebaliknya satu matakuliah dapat diprogramkan oleh banyak mahasiswa, dengan kata lain relasi-nya many-to-many (M-to-N). Karena itu diperlukan file-relasi, yaitu file semester, dengan field-field data sbb:

Dosen <–> Matakuliah : relasi ini ditandai dengan penugasan dosen, misalnya di program S1, pada umumnya seorang dosen boleh mengajar lebih dari satu matakuliah, dan satu matakuliah hanya diajar oleh seorang dosen, dengan demikian relasi-nya one-to-many (1-to-M). Karena itu primary key dari dosen (kode-dosen) ditambahkan ke entity matakuliah. File data dosen nanti tidak ada perubahan, tetapi field dari file matakuliah akan bertambah, menjadi:

Kode-dosen pada file matakuliah disebut kunci-tamu atau foreign-key.

Dosen <–> Mahasiswa : relasi ini ditandai dengan fungsi dosen sebagai penasehat akademik (PA), dimana seorang dosen boleh menjadi PA lebih dari satu mahasiswa sementara setiap mahasiswa memerlukan satu PA, sehingga relasi yang cocok adalah one-to-many (1-to-M). Karena itu primary key dari dosen ditambahkan ke entity mahasiswa, sehingga susunan field-data mahasiswa menjadi sebagai berikut:

Pada akhirnya basisdata akademik ini paling tidak harus terdiri atas empat tabel/file yaitu: Tabel Mahasiswa, Tabel Matakuliah, Tabel Dosen, dan Tabel Semester.

Sumber Artikel dari sini

pencarian lain:

,contoh many to many,ERD KHS,contoh relasi one to one,perbedaan model keterhubungan data one to one one to many dan many to many,cara menentukan entinity,perancangan basis data khs mahasiswa,contoh relasi tabel many to many,contoh relasi one to one entitas mahasiswa ke khs,cara tabel many to many di oracle,relationship many to many oracle
Tags:

Materi berikutnya

No Comment to “Merancang Basis Data”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here:

 

cari artikel

Iklan Premium

Facebook FANS

Chat Yahoo

Email: nurmantostt@gmail.com

Langganan Artikel

Mau Berlangganan Artikel

Dikirim ke email Anda!

Jangan Lupa Aktifkan Verifikasinya (cek email) !!

Enter your email address: