Pengertian Targeting Life Skills
Pengertian Targeting Life Skills, Life skills atau biasa disebut sebagai kecakapan hidup jika dirunut dari segi bahasa berasal dari dua kata yaitu life dan skill. Life berarti hidup, sedangkan skill adalah kecakapan, kepandaian, ketrampilan. Sehingga Life skills secara bahasa dapat diartikan sebagai kecakapan, kepandaian atau ketrampilan hidup. Umumnya dalam penggunaan sehari-hari orang menyebut life skills dengan istilah kecakapan hidup.
Penjelasan secara lebih komperehensif tentang kecakapan diajukan oleh IOWA State University (2003: 1), dalam hal ini skill diartikan sebagai berikut, a skill is a learned ability to do something well. Kecakapan tidak hanya diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan sesuatu, lebih daripada itu, kecakapan dimaknai sebagai kemampuan belajar untuk melakukan sesuatu secara lebih baik. Jadi mampu melakukan sesuatu saja belum cukup untuk dikatakan sebagai cakap, melainkan kemampuan untuk melakukan sesuatu tersebut harus ditunjukan secara lebih baik dan diperoleh melalui suatu aktivitas belajar. Demikianlah IOWA State University mensyaratkan aspek kesempurnaan dalam konteks skill.
Sedangkan life skills oleh IOWA State University (2003: 1), diartikan sebagai, are abilities individuals can learn that will help them to be successful in living a productive and satisfying life. Kecakapan hidup dimengerti sebagai kemampuan individual untuk dapat belajar sehingga seseorang memperoleh kesuksesan dalam hidupnya, produktif dan mampu memperoleh kepuasan hidup. Indikator seseorang telah memperoleh life skills dengan demikian dapat dilihat dari sejauhmana ia mampu eksis dalam kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. Apabila seseorang mampu produktif dan membuat berbagai kesuksesan, maka dapat dikatakan orang tersebut memiliki life skills yang baik.
Definisi lain tentang life skills diuangkap oleh lifeskills4kids (2000:1) bahwa, In essence, life skills are an “owner’s manual” for the human body. These skills help children learn how to maintain their bodies, grow as individuals, work well with others, make logical decisions, protect themselves when they have to and achieve their goals in life.
Secara esensial, life skills didefinisikan sebagai (semacam) petunjuk praktis yang membantu anak-anak untuk belajar bagaimana merawat tubuh, tumbuh untuk menjadi seorang individu, bekerja sama dengan orang lain, membuat keputusan-keputusan yang logis, melindungi
diri sendiri untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. Sehingga dalam hal ini yang akan menjadi tolok ukur life skills pada diri seseorang adalah terletak pada kemampuannya untuk meraih tujuan (goal) hidupnya. Life skills memotivasi anak-anak dengan cara membantunya untuk memahami diri dan potensinya sendiri dalam kehidupan, sehingga mereka mampu menyusun tujuan-tujuan hidup dan melakukan proses problem solving apabila dihadapkan pada persoalan-persoalan hidup.
Istilah life skills menurut Depdiknas (2002: 5) tidak semata-mata diartikan memiliki ketrampilan tertentu (vocational job) saja, namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti membaca, menghitung, merumuskan, dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja dan mempergunakan teknologi. Program pendidikan life skills menurut Anwar (2004: 20) adalah pendidikan yang dapat memberikan bekal ketrampilan yang praktis terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar kerja, peluang usaha dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat.
Life skills dengan demikian memiliki cakupan yang luas, berinteraksi antara pengetahuan yang diyakini sebagai unsur penting untuk hidup lebih mandiri. Pendidikan yang berorientasi pada life skills berarti harus senantiasa cerdas menangkap setiap kebutuhan masyarakat. Keduanya, yaitu lembaga pendidikan dan masyarakat harus mengupayakan adanya pola hubungan yang dinamis untuk mengkomunikasikan berbagai persoalan yang harus ditangani oleh lembaga pendidikan.
Life skills yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan setidaknya terbagi dalam dua kategori, yaitu pertama General Life Skills (GLS) yang terdiri dari kecakapan mengenal diri, kecakapan berpikir rasional, dan kecakapan sosial. Sedangkan yang kedua adalah Spesific Life Skills (SLS) yang terdiri dari kecakapan akademik dan kecakapan vokational.
Sedangkan Utah State Board of Education (2001: 1-7), memahami life skills sebagai seperangkat kecakapan hidup yang terdiri dari lifelong learning, complex thinking, effective comunication, collaboration, responsible citizenship, dan employability.
Sumber: Masteri kuliah Kapita
pencarian lain:
,pengertian dan fungsi man,pengertian targeting,cara menghitung tara,pengertian kecakapan hidup employability,pengertian life skill menurut para ahliMateri berikutnya

No Comment to “Pengertian Targeting Life Skills”